Mulia bangetlah orang yang berkorban demi cinta, persahabatan apalagi perjuangan untuk bikin hidup jauh lebih ketimbang sekarang. Tapi, kadang-kadang, bisa juga lho kita kepleset, dari berjiwa tulus penuh pengorbanan menjadi riyak, suka pamer, dan sombong. Biar nggak kepleset, coba deh tips ini:
- Awali segala perbuatan dengan niat yang baik. Jaga niat itu agar tetap melekat di hati.
- Saat keadaan mengharuskan kita berkorban, tata dulu niat, tanya hati sendiri, kita benar-benar mau berkorban atau sekedar ingin dapat pujian.
- Setelah berkorban segeralah lupakan, ngak usah diinget-inget, apalagi kita jadikan senjata untuk menaggih pengorbanan orang lain bagi kita.
- Karena pujian bisa ngak terhindarkan, ya terima aja dengan wajar. itu wujud apresiasi orang terhadap apa yang kita lakukan. Kembali ingat niat dan ketulusan biar kepala ngak membesar atau dada membusung bangga.
Artikel ini saya dapatkan ketika sedang membaca koran Suara Merdeka, sepertinya ini sangat penting kalau jadikan pegangan dalam berkorban. Selamat berkorban, jika tidak tulus... lebih baik tidak perlu berkorban, :-)
- GitSya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar