Sabtu, 22 Mei 2010

Kejar Target, Kenapa?

Suatu malam aku pernah ngobrol dengan seorang teman tentang pendidikan saat ini. Aku sebenarnya agak bingung bagaimana menceritakannya. Aku merasa saat ini banyak "target" yang harus dicapai dalam pendidikan, sebenarnya target bukanlah masalah yang utama tapi yang jadi masalah keharusan mencapai target yang menjadikan melupakan hakikat dari target itu sendiri. Bingung ya? (sama aku juga bingung). Contohnya materi yang sangat banyak dan berat yang harus selesai dalam satu semester, dan yang terjadi materi selesai diajarkan tetapi siswa tidak benar-benar memahaminya (mengajarnya ngebut, kejar materi). Contoh yang lebih mengerikan lagi Ujian Nasional, lihat saja berita di media massa kecurangan di sana-sini (itupun hanya yang terekspos media massa, sebenarnya masih banyak lagi), kecurangan itu dilakukan hanya untuk mengejar target (jangan heran jika dari tingkat atas sampai siswa sendiri terlibat kecurangan itu). Aku memaklumi hal ini, mengingat ini semua sangat dilematis, complicated.

Aku berpikir, kenapa target yang seharusnya menjadikan sebuah tujuan yang bisa dicapai dengan berbagai makna harus pupus dan menjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Aku sering dengar pemerintah berkata "UN dijadikan sebagai standarisasi dan pemetaan" kenyataannya semua data tidak valid karena banyak kecurangan yang terjadi, karena yang terpenting adalah "aku lulus UN". Bagi Aku, target adalah sebuah tujuan yang bisa diusahakan dengan optimal dan tidak melupakan hakikat dari target itu. Target adalah suatu hasil tetapi hakikatnya adalah proses panjang bagaimana bisa mencapai target itu.
Numpang baca: mohon maaf apabila tulisan ini menyinggung perasaan Anda, jika tulisan ini tidak berkenan di hati Anda, mohon lupakan saja, anggap Anda tidak membaca tulisan ini. Ini hanya celotehan anak kecil, harap maklum. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar