Jumat, 28 Mei 2010

Dicari, Ketua KPK

Ada jabatan kosong yang menanti, jabatan sebagai ketua KPK. Jabatan berat ini sedang menanti sosok yang benar-benar berjiwa kesatria. Pertanyaannya, "apakah masih ada sosok yang berjiwa kesatria ditahun 2010?". Dari banyak perbincangan di media massa aku tertarik dengan dua pernyataan. Pertama, pencari kerja dilarang mendaftar sebagai calon ketua KPK. Dan kedua, calon ketua KPK harus siap mengabdikan (totalitas) kepada bangsa dan negara. Kedua pernyataan itu memang senada, pernyataan kedua seakan menjadi penjelasan dari pernyataan pertama. Apa yang terlintas di otak Anda tentang dua pernyataan itu.

Job seeker, memanfaatkan jabatan sebagai ladang yang sangat subur yang bisa menghasilkan banyak uang, banyak sekali godaan untuk hal itu. Bagaimana jika jabatan itu tidak menjanjikan apa yang dicari (uang)? Pengabdian (rasa tulus dan iklas) melakukan tugas dengan totalitas dan komitmen yang hebat, sosok itulah yang dicari saat-saat ini. Ini mengingatkan aku waktu pendaftaran asisten perpustakaan, dari sekian banyak mahasiswa, tidak ada satupun yang berminat, tanya kenapa? Perpustakaan tidak menjanjikan keuntungan apa-apa pada calon asisten, hanya ucapan terima kasih atas pengabdiannya. Apakah itu penyebabnya?

Aku berpikir, apakah yang dicari saat ini? Balas jasa menjadi hal penting saat ini, akan tetapi balas jasa yang lebih dari sekedar ucapan terima kasih. Aku pernah dengar celotehan "tidak ada makan siang yang gratis". Bagi Aku, totalitas dan ketulusan masih menjadi prioritas utama, lakukan semua kebaikan dengan mantap. Aku masih mempercayai celotehan "siapa memanam padi, maka suatu saat nanti akan menikmati nasi goreng" (celotehan karangan sendiri), intinya dengan melakukan kebaikan secara tidak langsung suatu saat nanti pasti akan mendapatkan lebih dari kebaikan itu, dan Tuhan yang akan mengatur itu, don't worry.
Numpang baca: mohon maaf apabila tulisan ini menyinggung perasaan Anda, jika tulisan ini tidak berkenan di hati Anda, mohon lupakan saja, anggap Anda tidak membaca tulisan ini. Ini hanya celotehan anak kecil, harap maklum. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar