K emarin (25 Juni 2010) adalah hari yang melelahkan, perjalanan pulang kampung yang berat (naik kereta yang penuh sesak, berdiri tak bergerak). Tetapi, selalu ada pengalaman dan pembelajaran baru. Dalam perjalanan itu aku bertemu seorang ibu muda yang memiliki putra berumur 2 tahun. Selama perjalanan itu aku banyak mendengar, dan obrolan ringan mengenai "buah hati". Aku juga ditemani cowok ganteng manis imut yang baru berumur 1,5 tahun, yang selalu membuat ku tersenyum dan melupakan rasa lelah (kaki menopang badan selama 3 jam).
Kembali ke ibu muda, dari apa yang aku dengar, ibu itu akan menjadi ibu yang hebat. Menjaga tutur kata untuk anaknya, menjadi contoh anaknya, dan yang terhebat adalah ibu itu banyak belajar dan mau terus belajar untuk menjadi orang tua. Aku ingat pernah ada pakar psikologi anak (lupa namanya, muncul dalam acara televisi) yang berkata "apa ada ibu yang belajar untuk menjadi orang tua?". Pertanyaan itu terdengar aneh, akan tetapi inilah yang dibutuh sekarang ini.
Aku berpikir, pengetahuan tentang perkembangan anak, cara mendidik dan mengajarkan sesuatu ke anak, bahkan asupan gizi dari makanan serta minumannya, dan itu semua wajib diketahui oleh semua orang tua. Apa yang terpikirkan ketika anak melempar barang-barang atau memainkan makanannya? Marah atau bahkan bilang bahwa si anak nakal? Bagi Aku, tidak ada anak yang nakal (belum bisa membedakan mana yang baik atau tidak) si anak hanya sedang belajar, tugas sebagai orang tua adalah mengarahkan. Karena sekolah formal untuk menjadi orang tua tidak ada, maka belajar kemana jika ingin jadi orang tua yang hebat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar